Demo BEM SI Jatim di Gedung Grahadi, Mahasiswa Gelar Tabur Bunga sebagai Bentuk Keprihatinan

0
14
Demo BEM SI Jatim di Gedung Grahadi, Mahasiswa Gelar Tabur Bunga sebagai Bentuk Keprihatinan

SURABAYA | BERITA ADIKARA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin, 31 Agustus 2026. Aksi tersebut diwarnai dengan kegiatan tabur bunga yang menjadi simbol duka sekaligus bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi sosial dan politik yang tengah terjadi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Massa mahasiswa datang dengan membawa sejumlah tuntutan dan pesan kritis kepada pemerintah. Mereka memanfaatkan aksi tersebut sebagai ruang untuk menyampaikan keresahan masyarakat sekaligus mendorong pemerintah agar lebih terbuka dalam menerima aspirasi publik. Kegiatan tabur bunga menjadi salah satu bagian yang paling mencolok dalam demonstrasi karena dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas berbagai persoalan yang dianggap belum mendapatkan penyelesaian secara serius.

Aksi di depan Gedung Grahadi berlangsung dalam suasana yang relatif tertib. Para mahasiswa berkumpul di kawasan sekitar gedung pemerintahan tersebut sambil membawa atribut aksi dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka menyerukan sejumlah persoalan yang dinilai penting untuk mendapatkan perhatian pemerintah, baik yang berkaitan dengan kebijakan publik maupun kondisi demokrasi di Indonesia.

Tabur bunga dilakukan oleh massa sebagai simbol bahwa perjuangan menyampaikan aspirasi tidak hanya dilakukan melalui orasi dan spanduk. Bagi mahasiswa, bunga yang diletakkan di lokasi aksi menjadi pengingat atas berbagai peristiwa yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Momentum tersebut juga digunakan untuk mengajak peserta aksi dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk melakukan refleksi bersama.

Kegiatan demonstrasi BEM SI Jatim ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap aksi-aksi mahasiswa dan masyarakat di sejumlah daerah. Gelombang demonstrasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat mahasiswa kembali menempatkan diri sebagai salah satu kelompok yang aktif menyuarakan kritik terhadap pemerintah dan lembaga negara.

Dalam aksinya, mahasiswa menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Mereka menilai pemerintah harus membuka ruang dialog yang lebih luas sehingga berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat dapat disampaikan secara langsung. Menurut massa aksi, penyampaian pendapat di muka umum merupakan salah satu cara masyarakat memastikan kebijakan pemerintah tetap mendapatkan pengawasan publik.

Para peserta aksi juga menyerukan agar pemerintah tidak mengabaikan suara masyarakat. Mereka meminta setiap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai bahan pernyataan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang konkret. Mahasiswa menilai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat bergantung pada sejauh mana pemerintah mampu mendengarkan dan merespons kritik secara terbuka.

Kehadiran mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi juga memiliki makna tersendiri. Sebagai salah satu simbol pemerintahan di Jawa Timur, Grahadi menjadi tempat yang strategis bagi mahasiswa untuk menyampaikan pesan langsung kepada pemerintah daerah. Melalui aksi tersebut, BEM SI Jatim ingin menunjukkan bahwa berbagai persoalan yang terjadi di tingkat nasional maupun daerah tetap menjadi perhatian generasi muda.

Tabur bunga kemudian menjadi bagian dari pesan simbolis yang ingin disampaikan peserta demonstrasi. Bunga yang ditaburkan tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai simbol harapan agar kondisi bangsa ke depan dapat menjadi lebih baik. Mahasiswa berharap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik dapat diselesaikan melalui mekanisme yang demokratis dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan demonstrasi berjalan dengan aman. Aparat ditempatkan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan selama aksi berlangsung. Pengaturan tersebut juga diperlukan agar aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sekitar kawasan Grahadi tetap dapat berjalan.

BEM SI Jatim dalam aksi tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga demonstrasi agar tetap damai. Mahasiswa ingin menunjukkan bahwa penyampaian kritik dapat dilakukan tanpa tindakan kekerasan maupun perusakan fasilitas umum. Sikap tersebut menjadi penting karena demonstrasi mahasiswa sering kali mendapat perhatian luas dari masyarakat dan media.

Aksi di Grahadi akhirnya menjadi salah satu bentuk ekspresi mahasiswa Jawa Timur dalam menyikapi situasi nasional. Dengan membawa bunga dan menyampaikan berbagai tuntutan, mahasiswa berusaha menggabungkan pesan kritik dengan simbol penghormatan dan refleksi.

Bagi peserta aksi, demonstrasi bukan sekadar kegiatan turun ke jalan. Aksi tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah. Mereka berharap kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan agar lebih peka terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.

Melalui aksi tabur bunga tersebut, BEM SI Jawa Timur juga mengajak masyarakat untuk tidak melupakan berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa. Mereka menilai bahwa perubahan membutuhkan partisipasi publik dan keberanian untuk menyampaikan kritik secara bertanggung jawab.

Dengan berlangsungnya aksi tersebut, perhatian kini tertuju pada respons pemerintah terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa. BEM SI Jatim berharap pemerintah membuka ruang komunikasi yang lebih luas dan memberikan jawaban konkret atas tuntutan yang disuarakan. Bagi mahasiswa, dialog menjadi langkah penting agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik dan berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui jalur demokratis.