Gelar Reses di Manukan Kulon, Anggota DPRD Jatim Dr. Rasiyo Siap Kawal Aspirasi Pendidikan hingga Kebudayaan Lokal

0
198
Gelar Reses di Manukan Kulon, Anggota DPRD Jatim Dr. Rasiyo Siap Kawal Aspirasi Pendidikan hingga Kebudayaan Lokal.

Https://beritaadikara.com/Anggota Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Rasiyo, M.Si., menggelar kegiatan Serap Aspirasi (Reses) di kawasan Wonorejo IV, Manukan Kulon, Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi wakil rakyat tersebut untuk menjaring berbagai usulan masyarakat, mulai dari infrastruktur pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian budaya lokal.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Rasiyo menegaskan bahwa reses merupakan instrumen penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Berbagai masukan yang ditampung dari masyarakat akan dicatat dan diusulkan untuk masuk dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) pada proyeksi APBD mendatang, khususnya untuk periode 2027–2028.

Fasilitasi Pembangunan Sekolah dan Infrastruktur

Salah satu aspirasi utama yang mencuat dari warga Manukan Kulon adalah pengadaan fasilitas pendidikan dasar, khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri baru, serta penyelesaian masalah lahan.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Rasiyo memberikan edukasi birokrasi kepada warga mengenai pembagian wewenang pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan SMP merupakan kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sedangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menaungi tingkat SMA/SMK.

“Terkait permintaan lembaga SMP, kewenangannya ada di Wali Kota. Nanti aspirasi ini akan kita sampaikan dan koordinasikan. Namun, pendirian sekolah baru juga harus dikaji secara matang, mulai dari jumlah lulusan SD negeri maupun swasta di sekitarnya. Jangan sampai berdirinya lembaga baru justru mematikan sekolah-sekolah swasta yang sudah ada,” jelas Rasiyo.

Selain pendidikan, warga juga mengusulkan bantuan rehabilitasi fasilitas umum, seperti perbaikan bangunan masjid yang membutuhkan alokasi dana cukup besar.

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, mantan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur ini juga menyoroti pentingnya kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rasiyo mendorong masyarakat untuk secara aktif memanfaatkan berbagai program bantuan pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Banyak masyarakat yang belum paham dan belum memanfaatkan program ini. Padahal, untuk menggerakkan UMKM modalnya tidak perlu terlalu besar, Rp25 juta hingga Rp50 juta itu sudah bisa jalan. Justru UMKM inilah yang mendorong pertumbuhan ekonomi hingga sekitar 65 persen.

Ketika usaha-usaha besar kolaps, UMKM yang menopang ekonomi keluarga dan menekan angka pengangguran,” tegasnya.

Kawal Pelestarian Budaya Lokal

Rasiyo menyatakan komitmennya untuk mengupayakan payung hukum dan alokasi anggaran yang tepat

Tidak hanya sektor ekonomi dan pendidikan, kearifan lokal seperti tradisi Sedekah Bumi atau Sedekah Desa yang masih melekat kuat di kawasan Manukan Kulon turut menjadi perhatian. Warga berharap ada dukungan nyata dari pemerintah untuk menjaga kelestarian budaya tersebut.

Sebagai mitra kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) di Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo menyatakan komitmennya untuk mengupayakan payung hukum dan alokasi anggaran yang tepat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Komisi E sedang memproses Peraturan Daerah (Perda) tentang Kebudayaan.

“Budaya lokal seperti Sedekah Bumi ini sangat bagus dan harus dirawat. Terkait dukungannya, memang Perda Kebudayaan saat ini masih dalam proses. Namun, untuk kegiatan-kegiatan kerakyatan yang biayanya tidak terlalu besar, tentu akan kami upayakan. Secara institusi nanti kita dorong melalui mitra kerja kami di Disbudpar, dan secara pribadi pun kami siap membantu,” pungkas Dr. Rasiyo.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan pemerintah dapat tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan warga.

Aldi Rismawan

Comments are closed.